NALAR BRILLIANT

Bagaimana alam bekerja tidak sia-sia: Darimana datangnya semua tata-tertib dan keindahan yang kita lihat di dunia? Tidakkah tampak dari gejala-gejala tersebut bahwa ada suatu Diri yang tak tampak, tapi hidup cerdas hadir di segala tempat, yang bersifat tak terbatas dalam ruang (isaac newton)

Foto Saya
Nama:
Lokasi: jakarta, jakarta, Indonesia

Mengenal diri adalah salah satu jalan mengenal TUHAN, jika ANDA mengenal saya, pasti TUHAN juga mengenal ANDA

Kamis, 31 Desember 2009

Selamat Jalan Gus Dur

Selamat Jalan Gus Dur, terima kasih yang tak terhingga atas pembelajaran yang selama ini engkau ajarkan kepada kami dan bangsa Indonesia yang tercinta ini. semua orang Indonesia kehilanganmu.do-doa kami panjatkan untuk mengiringi perjalan sejatimu menuju singgahsana Sang Khaliq, sesungguhnya kami sadar bahwa engaku dan kami semua adalah milikNya, kapanpun Allah memanggil kita tak akan abai dan pasti siap menghadapNya dengan segala kondisi kita. Gus, banyak sekali pelajaran yang engkau ajarkan kepada kami untuk menjadi bangsa yang besar dan tak kerdil, bangsa yang bermartabat dan bukan 'boneka mainan' asing, bangsa yang mengharagi sesama, bukan yang saling menindas dan mendiskriminasi, meskipun atasanama mayoritas. Kami belajar kepadamu bagaimana bersikap dan memegang teguh keyakinan, tak takut untuk mengkritik dan tak gentar dikritik. ucapmu sangat santun kepada siapapun tanpa memandang bulu, siapaun kami engkau perlakukan sebagai teman baik.Gus, kami betul-betul merasa kehilangan sosokmu yang sangat ngemong. Banyak diantara kami yang menipumu, membohongimu, menghianatimu, bahkan melawanmu, tetapi engkau bilang dengan santunmu agar kita belajar dan belajar...terimakasih bapak bangsa, terima kasih mbah yai...terimakasih mahaguru....semoga Allah menempatkanmu disisiNya yang sangat mulia,doa kami dari muridmu, murid kebenaran.mhb

Selasa, 29 September 2009

Keluarga ASMARA- Assakinah, Al-mawaddah, Wa Al-rahmah

Islam menginginkan pasangan suami isteri yang telah atau akan membina suatu rumah tangga melalui akad nikah tersebut bersifat langgeng. Terjalin keharmonisan diantara suami isteri yang saling mengasihi dan menyayangi itu sehingga masing-masing pihak merasa damai dalam rumah tangganya. Ada tiga kunci yang disampaikan Allah SWT. dalam ayat tersebut, dikaitkan dengan kehidupan rumah tangga yang ideal menurut Islam, yaitu : 1) Sakinah (as-sakinah), 2) Mawadah (al-mawaddah), dan 3) Rahmah (ar-rahmah).
Secara harfiyah (etimologi) sakinah diartikan ketenangan, ketentraman dan kedamaian jiwa. Kata ini dalam Al-Qur’an disebutkan sebanyak enam kali --- dalam ayat-ayat tersebut dijelaskan bahwa sakinah itu didatangkan Allah SWT. ke dalam hati para nabi dan orang-orang yang beriman. Ali bin Muhammad Al-Jurjani (ahli pembuat kamus ilmiah) mendefinisikan sakinah adalah adanya ketentraman dalam hati pada saat datangnya sesuatu yang tidak terduga, dibarengi satu nur (cahaya) dalam hati yang memberi ketenangan dan ketentraman. Adapun menurut Muhammad Rasyid Ridha bahwa sakinah adalah sikap jiwa yang timbul dari suasana ketenangan dan merupakan lawan dari kegoncangan bathin dan ketakutan.
Ulama tafsir menyatakan bahwa sakinah dalam ayat tersebut adalah suasana damai yang melingkupi rumah tangga --- dimana masing-masing pihak (suami-isteri) --- menjalankan perintah Allah SWT. dengan tekun, saling menghormati, dan saling toleransi. Dari suasana as-sakinah tersebut akan muncul rasa saling mengasihi dan menyayangi (al-mawaddah), sehingga rasa bertanggung jawab kedua belah pihak semakin tinggi.
Sehingga ungkapan Rasulullah SAW. "Baitii jannatii", rumahku adalah surgaku, merupakan ungkapan tepat tentang bangunan rumah tangga/ keluarga ideal. Dimana dalam pembangunannya mesti dilandasi fondasi kokoh berupa Iman, kelengkapan bangunan dengan Islam, dan pengisian ruang kehidupannya dengan Ihsan, tanpa mengurangi kehirauan kepada tuntutan kebutuhan hidup sebagaimana layaknya manusia tak lepas dari hajat keduniaan, baik yang bersifat kebendaan maupun bukan.
keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah, merupakan suatu keluarga dambaan bahkan merupakan tujuan dalam suatu perkawinan dan sakinah itu didatangkan Allah SWT. ke dalam hati para nabi dan orang-orang yang beriman, maka untuk mewujudkan keluarga sakinah harus melalui usaha maksimal --- baik melalui usaha bathiniah (memohon kepada Allah SWT.), maupun berusaha secara lahiriah (berusaha untuk memenuhi ketentuan baik yang datangnya dari Allah SWT. dan Rasul-Nya, maupun peraturan yang dibuat oleh para pemimpin dalam hal ini pemerintah berupa peraturan dan perundang-undangan yang berlaku).

Kamis, 22 Januari 2009

Petikan Pidato Perdana Obama (versi Indonesia)
















Presiden Amerika Serikat yang ke-44 Barack Obama menyampaikan pidato perdana (Getty Images)
Petikan pidato pelantikan presiden AS ke-44 Barack Obama adalah sebagai berikut:
Hari ini saya berdiri di sini, merasa rendah hati karena tanggung jawab yang dihadapi, berterima kasih karena kepercayaan yang Anda berikan. Terimakasih kepada Presiden Bush yang telah berkontribusi buat negara kita, serta murah hatinya dalam kerjasama serah terima pekerjaan.
Ekonomi
Orang khawatir bahwa kemerosotan kondisi Amerika tidak dapat dihindarkan, tantangan sangat realistis dan sangat serius juga tidak mudah diselesaikan. Tetapi kita harus menghadapi tantangan ini.
Hari ini, kita berkumpul di sini adalah untuk memilih harapan bukan kekhawatiran, bersatu bukan perbedaan pendapat, atasi keluhan dan komitmen yang tidak realistis. Amerika Serikat masih negara yang muda, sekarang kita harus mempersatukan kembali semangat solidaritas untuk mendorong warisan pandangan generasi ke generasi.
Kita adalah negara besar, tidak ada jalan pintas. Bagi mereka yang mengejar reputasi, kekayaan dan kenyamanan, ini bukanlah jalan anda. Banyak orang yang tidak dikenal berjuang dan berkorban, memberikan kontribusi dan membangun kesejahteraan prestasi Barat. Kita dapat melihat bahwa pengorbanan setiap individu membentuk prestasi kekayaan nasional, kita masih negara yang paling kuat, pekerja kami masih yang paling kreatif, masih ada permintaan pelayanan,ini tidak terpengaruh.
Tapi era ini mendapat tantangan, kepentingan pandangan jangka pendek tidak cocok, kita harus mengkonsolidasikan kekuatan, kembali membentuk Amerika Serikat.
Melihat-lihat ke sekeliling, menuntut kami untuk merespon dengan cepat dan bertindak dengan berani. Selain pekerjaan baru, infrastruktur, harus juga membangun jembatan-network, dan meningkatkan pembangunan pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengembangan energi bersih, pelatihan guru universitas, ini adalah yang dapat kita lakukan dan akan dilakukan.
Beberapa orang bertanya kita tidak akan ada rencana besar. Apa mereka lupa dengan prestasi negara yang telah ada, mereka tidak memahami Amerika telah berubah. Kami akan mengalokasi dana umum secara baik untuk memulihkan kepercayaan rakyat yang berharga kepada pemerintah. Jangan bertanya lagi apakah pasar adalah kekuatan yang penting, kekuatan pasar mendistribusikan kekayaan sudah berubah menjadi tidak merata, hanya mendukung orang kaya tidak dapat dilanjutkan lagi. Adalah penting setiap kemampuan, harus perhatian kekayaan bersama dan harapan bersamaan kami.
Keamanan
Melalui kekuatan kita melindungi diri sendiri, bukan menggunakan senjata, mesti dengan hati-hati menggunakan senjata, dengan begitu baru dapat menampilkan rendah hati. Dengan mengikuti prinsip ini, kami akan dapat menghadapi tantangan, dan memperkuat kerja sama dan pengertian antar negara, mengakhiri perang di Irak, melindungi keamanan Afganistan. Terhadap orang-orang yang melalui gaya membunuh orang-orang tidak bersalah demi mendorong hidup mereka sendiri, Anda tidak dapat menghancurkan kami, kami akan menghancurkan kalian.
Hubungan luar negeri
Amerika Serikat telah menderita karena perang saudara dan perbedaan etnis, kami tidak dapat menempuh jalan kembali lagi. Amerika ingin berperan di dunia ini. Bagi umat Islam, kita mempunyai kepentingan umum yang sama. Terhadap pemimpin negara, jika mereka hanya melemparkan masalah ke di Barat, orang-orang akan percaya Anda adalah menghancurkan kekuatan bukan membangun kekuatan. Untuk negara-negara miskin, kami akan berdiri di samping Anda. Untuk negara-negara kaya, kami tidak dapat mengabaikan lagi keadaan negara-negara lain, tidak dapat menghamburkan sumber daya lagi.
Perasaan tanggung jawab
Kami membutuhkan sebuah rasa tanggung jawab pada era baru. Setiap penduduk Amerika harus menyadari tanggung jawabnya terhadap negara dan dunia. Mesti meningkatkan rasa tanggung jawab ini, membentuk kepribadian kita. Ini merupakan komitmen dari setiap warga negara dan merupakan sumber keyakinan.
Tidak peduli apa ras dan agama kita, semua dapat bergabung dengan perayaan besar hari ini. Lebih dari 40 tahun yang lalu, beberapa orang bahkan tidak dapat menghadiri acara publik, tapi sekarang mereka bisa berdiri di sini dan mendengarkan pidato saya. Kita harus ingat hari ini: Siapakah kami. Dalam cuaca yang paling dingin ini, leluhur kita berkata seperti ini "Mari kita beritahu dunia masa depan, hanya harapan dan budi luhur yang bisa bertahan. Di hadapan cuaca musim dingin, marilah kita tabah menghadapi krisis. Kita tidak akan gagal.”
Terima kasih, Tuhan memberkati Amerika.(lim)